Apa saja yang harus diperhatikan dalam memasang iklan pada billboard sehingga dapat menancap kuat di benak konsumen?
Anda yang tinggal di Ibukota Jakarta atau kota-kota besar lainnya, tentu tidak asing dengan berbagai iklan yang di pajang pada billboard dengan ukuran besar dengan merek atau kalimat yang kadang-kadang membuat kita tertawa geli karena humornya.
Biasanya, billboard tersebut didisplay di perempatan jalan utama, persimpangan jalan atau didinding gedung bertingkat. Bahkan pada jembatan penyebrangan, sekitar hotel dan mall, dan lain sebagainya dimana banyak orang lalu-lalang.
Tentu tujuan dari pemasangan iklan pada billboard adalah untuk menginformasikan kepada khalayak ramai atau calon kunsumen tentang sebuah produk atau layanan atau logo dan gambar merek beserta tagline-nya. Yang pada akhirnya, diharapkan iklan pada billboard dapat menancap kuat dalam benak calon kunsumen.
Jika anda adalah seorang pemilik produk atau orang yang bertugas membangun brand, atau seseorang yang bekerja pada bagian advertising (periklanan), perlu secara matang mempertimbangkan bentuk penampilan iklan anda pada billboard. Dan yang harus selalu anda ukur adalah efektivitas pasca pemasangan iklan pada billboard tersebut. Jangan sampai hanya membuang uang percuma.
Bagaimana tingkat awareness iklan pada billboard di pinggir jalan utama dengan ukuran raksasa yang selama ini kita lihat? Menurut sebuah survey yang dilakukan oleh MARS dengan 300 responden yang dilakukan di ibukota Indonesia, Jakarta, terdapat sekitar 55 merek produk yang ditampilkan pada billboard yang menancap dibenak konsumen.
Namun yang menarik, tingkat “awareness” masyarakat terhadap billboard sangat rendah. Dari 300 responden, sekitar 36% yang tidak mampu menyebut merek produk pada billboard. Ada gambaran, makin tinggi usia responden, semakin tidak aware terhadap billboard.
Ini ditunjukkan dengan semakin banyak dari mereka yang tidak tahu merek yang dipajang di billboard. Selain itu, semakin tinggi kelas sosial masyarakat, semakin tinggi pula awareness terhadap billboard.
Hal lain yang menarik adalah tampaknya ada hubungan antara jenis kelamin dengan merek yang dipajang di billboard. Hal ini ditunjukkan oleh adanya kecendrungan kaum lelaki yang lebih mengingat produk-produk “lelaki” seperti rokok, minuman berenergi, suplemen penambah keperkasaan pria dan sebagainya jika dibandingkan perempuan. Sebaliknya dengan kalangan peremuan, mereka juga lebih mengingat produk-produk seperti “toiletries” seperti sabun, sampo, pasta gigi serta alat-alat rumah tangga dan sebagainya jika dibandingkan dengan lelaki.
Untuk produk teknologi seperti handphone, televisi, mobil, nampaknya tingkat awarenes-nya sama antara pria dan wanita.
Lalu, hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam memasang iklan pada billboard sehingga dapat menancap kuat di benak konsumen? Berikut hal yang harus diperhatikan sebelum memasang iklan pada billboard:
1. Menampilkan artis atau bintang iklan yang cantik atau ganteng. Memang tidak dapat dipungkiri, daya tarik tampilan luar seseorang sangat mempengaruhi reaksi psikologis orang lain. Apalagi jika seseorang yang sangat terkenal, ia bahkan dapat menjadi trend setter dari gaya hidup dan penampilan,bahakn bayak fans-nya yang berbondong-bondong mengikuti gayanya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memakai “commercial people” yang cantik, terkenal dan iconnya dapat mempengaruhi opini massa.
2. Usahakan gambar iklannya semenarik mungkin. Desain gambar yang menarik, yang membuat mata calon kunsumen tidak mengabaikan gambar tersebut, dan sertakan kalimat yang menjelaskan informasi iklan teresebut. Jika tidak ada, masukkan tagline produk, misalnya merek “intel” dengan taglinenya “Intel Inside” atau merek “Nike” dengan taglinenya “just do it!“.
3. Pilih warna yang cerah dan bagus. Tentu massa lebih senang melihat iklan yang berwarna bagus dan cerah daripada yang berwarna agak kusam dan tidak menarik.
4. Ukuran gambar atau iklan. Semakin besar semakin bagus, karena lebih mudah dilihat oleh orang dari jarak jauh.
5. Lampu penerangan pada malam hari. Ini sangat penting, saya sering milihat billboard yang lampu penerangannya dibiarkan mati beberapa lama, atau dari sekian lampu, hanya beberapa yang menyala. Tentu hal ini sangat merugikan pemasang iklan, selain ia kehilangan kesempatan menyampaikan informasi produknya, ia juga rugi karena oleh waktu dan biaya yang terus berajalan.
6. Lokasi Jalan Raya. Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah lokasi jalan, walaupun sama-sama ramai, tapi sebuah jalan tentu di lalui oleh mayoritas “kelas sosial” yang berbeda, misalnya, Jalan Mangga Dua Jakarta, tentu berbeda dengan jalan Tanjung priok, dan berbeda pula dengan jalan Sudirman, jalan TOL, dan lain sebagainya.
7. Posisi Billboard. Selain tingkat keramaian dan kelas sosial yang menjadi target iklan, juga posisi billboard, apakah mudah dilihat, di sebelah kiri atau kanan jalan, tinginya dari horizon pandangan mata, apakah terlindung oleh billboard lain atau oleh pepohonan dan lain sebagainya. Perlu dipertimbangkan pula, jika display iklan pada billboard yang terlalu rendah, rentan dicorat-coret graffiti.
Selamat beriklan !
Data: Dari berbagai sumber
Related posts:
- Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum memulai bisnis atau berwirausaha bagi pemula
- 10 hal penting yang harus anda pertimbangkan sebelum membeli sebuah waralaba
- 6 Kesalahan Dalam Penjualan
- Pertimbangan dalam memilih Franchise/ Waralaba yang baik dan menguntungkan
- Iklanbarisinstant.com – Situs iklan baris gratis instant tanpa daftar dan langsung tampil
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.






October 12th, 2009 at 9:50 am
untuk cara menambahkan emoticon di cbox monggo dilihat jawannya di postingan cara menambahkan emoticon shoutmix
October 22nd, 2009 at 10:06 pm
thanks untuk trik-nya bro Alwi.
sukses selalu