Awal tahun 2008, harga tepung terigu naik, bagaimana menyiasati kenaikan harga ini?
Naiknya harga barang-barang kebutuhan pokok di awal tahun 2008 ini membuat masyarakat terkejut dan dunia usaha kelimpungan. Karena harga barang modal naik puluhan persen. Pengusaha UMKM harus jeli melihat kondisi ini dan harus segera mencari solusi mengatasi lonjakan harga barang modal dan BBM. Karena kenaikan harga bahan kebutuhan pokok ini, yang notabene adalah bahan modal bagi pengusaha, diperkirakan akan bersangsung sampai kwartal pertama tahun 2008 ini.
Bukan hanya pengusaha yang kuatir atas lonjakan harga beberapa bahan kebutuhan pokok. Pemerintah Indonesia juga demikian adanya, dan telah merespon dengan cepat atas kesemrawutan harga dipasar untuk bahan pangan pokok, yaitu: tepung terigu, kedelai, minyak goreng, BBM dan beras. Langkah cepat pemerintah untuk membantu menstabilkan harga di pasar antara lain dengan mengeluarkan kebijakan penurunan pph pasal 22 atas barang impor kedelai, gandum, tepung terigu oleh importir yang mempunyai API (Angka Pengenal Impor) yang semula 2,5% menjadi 0,5% dari nilai impor. Kebijakan serupa juga ditujuakan untuk ekspor produk kelapa sawit, CPO dan turunannya untuk menurunkan harga minyak goreng domestik.
Selain itu, untuk jangka pendek, pemerintah juga memberikan subsidi pangan sebesar Rp. 3,6 triliun, yang meliputi: penambahan anggaran subsidi pangan dengan menambah volume beras untuk masyarakat miskin 5 Kg per kepala keluarga sebesar Rp. 2,6 triliun, melakukan operasi minyak goreng lanjutan sebesar Rp. 500 Milyar dan program bantuan langsung kepada pembuat tempe dan tahu sebesar Rp. 500 Milyar.
Kenaikan harga bahan pangan pokok ini sudah mulai terasa sejak oktober 2007. Walau kenaikannya belum terlalu signifikan, tetapi telah membuat masyarakat, terutama kalangan dunia usaha ketar-ketir. Apalagi harga minyak dunia juga ikut naik mendekati anka US$100 / barrel. Memasuki bulan pertama tahun 2008 ini, harga bahan-bahan pokok merangkak naik secara signifikan, seperti tepung terigu yang harganya naik 150% dari harga pada januari 2007, juga bahan kedelai sebagai bahan baku utama tempe dan tahu harganya naik sampai 100% dari harga bulan desember 2007.
Efek dari kenaikan harga bahan pangan pokok ini sangat terasa bari pengusaha kecil dan menengah yang menggunakan bahan-bahan diatas sebagai barang modal bisnisnya. Bahkan ada yang gulung tikar dan banyak yang menyetop operasi bisnisnya untuk sementara waktu, karena tidak mampu membeli bahan pangan yang harganya terus meroket. Jika tidak gulung tikar, paling tidak laba akan tergerus karena akumulasi faktor barang modal yang naik, penurunan produksi dan daya beli masyarakat yang melemah.
Naiknya harga tepung terigu sejak awal januari 2008 ini menghasilkan dampak luar biasa bagi kelangsungan kegiatan usaha makanan yang berbasis tepung terigu seperti mie dan roti, yang pada akhirnya membuat banyak pengusaha yang menggunakan tepung terigu sebagai bahan utama produknya memilih gulung tikar karena tidak mampu melakukan kegiatan produksi. Apalagi, dalam waktu 1 bulan, harga tepung terigu sudah naik 2 kali, dimana harga awal Rp 153.000 per zak (isi 25 kg) menjadi Rp 158.000/ zak, lalu naik lagi menjadi Rp 167.000 per zak. Bahkan diperkirakan, harga tepung terigu ini akan terus merangkak naik sampai Rp 200.000 per zak pada bulan April 2008 ini.
Adapun sebab-sebab kenaikan harga tepung terigu ini adalah karena naiknya harga bahan baku tepung terigu yaitu gandum dipasaran dunia yang mencapai US$ 500 per ton, selain itu stok gandum internasional sangat minim karena beberapa negara penghasil gandum seperti Australia, China dan Argentina gagal panen. Ditambah lagi dengan kebijakan proyek biofuel di Amerika Serikat, dimana jagung harganya tiba-tiba melonjak karena dapat dipakai sebagai bahan biofuel. Otomatis banyak petani gandung di USA mengalihkan tanamannya, dimana sebelumnya menanam gandum, sekarang beralih menanam jagung.
Bagi pengusaha yang bahan modalnya menggunakan tepung terigu, kenaikan ini ibarat makan buah simalakama. Karena pengusaha tidak bisa serta merta menaikkan harga jual produknya sesuai dengan kenaikan harga tepung terigu dan bahan lainnya, karena bisa-bisa pelanggan lari dan produknya justru tidak laku. Tetapi, jika harga tidak dinaikkan, kemungkinan akan mengalami kerugian atau laba akan berkurang secara signifikan.
Bagimana Menyiasati kenaikan harga tepung terigu?
Memang hal ini cukup dilematis bagi pengusaha makanan berbasis tepung terigu. Beberapa pengamat kuliner menganjurkan baberapa cara menghadapi kenaikan harga tepung terigu ini, antara lain :
1. Tips menyiasati kenaikan harga tepung terigu: Mengganti tepung terigu dengan bahan lainnya.
Mengganti tepung terigu dengan bahan lain atau melakukan diversifikasi produk dimana bahan tepung terigu yang dibutuhkan tidak terlalu banyak. Produk makanan yang bahan tepungnya bisa diganti antara lain: kue kering, kue cake dan berbagai jajanan pasar. Untuk aneka jajanan pasar, khususnya untuk jenis kue tradisional, misalnya kue lempur, kue mangkok, kue klepon, kue nagasari dan kue putumayang, tepung terigu yang biasa dipakai dapat digantikan dengan tepung beras, tepung suweg (sejenis umbi-umbian), tepung kanji dan tepung gaplek. Kue brownies , tepungnya juga bisa diganti dengan tepung ubi atau tepung ketan, kue cake, tepungnya bisa diganti dengan tepung gaplek. Walaupun termasuk bahan pengganti bahan utama, misalnya untuk tepung suweg, ternyata mengandung karbohidrat sekitar 80-85%, serat, vitamin A dan B, zat besi dan asam askorbat. Bahkan ada juga yang mengatakan, penggantian tepung ini tidak mengubah rasa kue dan waktu untuk memasak kue tersebut jadi lebih cepat dari jika menggunakan tepung terigu.
(Gambar ini di ambil dari situs Indoagri.com . Mengenai tanaman suweg bisa dilihat di budiboga.blogspot.com dan gambar umbi suweg yang jelas bisa dilihat di sini ).
Cara membuat tepung dari umbi suweg :
-
Kupas umbi terlebih dahulu
-
Cuci umbi sampai bersih, lalu rendam umbi dalam larutan garam selama 2 jam, dengan perbandingan komposisi air dan garam yakni 1 liter air : 5 gram garam. Tujuan perendaman ini untuk menghilangkan lendir dan mencegah warna umbi menjadi kecoklatan saat selesai dikupas.
-
Umbi kemudian diangkat dari larutan garam dan dipotong kecil-kecil
-
Jemur umbi hingga kering
-
Giling umbi sampai menjadi tepung.
Namun demikian, substitusi tepung terigu dengan bahan lainnya juga tidak selalu mudah, karena beberapa jenis makanan seperti mie dan roti memerlukan gluten (protein terigu) yang memiliki sifat khas elastis dan kenyal. Penggantian bahan terigu dengan bahan lainnya bisa jadi menghasilkan produk makanan yang rasanya berbeda, karena bahan substansi tersebut tingkat kekenyalan dan elastisitasnya berbeda dengan tepung terigu. Namun demikian, walau tidak persis sama dengan menggunakan 100% tepung terigu, mie dapat juga dibuat dengan komposisi tepung terigu 50% dan 50% nya tepung kanji. Komposisi tepung terigu 50% dan tepung gaplek 50% juga bisa dipakai untuk jenis makanan tertentu.
2. Tips menyiasati kenaikan harga tepung terigu: Harga jual makanan berbasis tepung terigu, mau-tak-mau harus dinaikkan.
Ini jelas bukan langkah populer. Karena jika harga jual dinaikkan terlalu mahal, akan membuat konsumen terkejut dan lari. Namun jika nekad mempertahankan harga, juga berisiko, mengingat bukan hanya tepung terigu saja yang harganya naik. Naiknya harga bahan baku tentu berujung pada naiknya biaya cost produksi, misalnya pada produk makanan seperti roti manis, roti tawar, mie segar, martabak manis, martabak telor, bakpia pathuk bahkan cookies. Apalagi jika jenis makanan tersebut menggunakan tepung terigu hingga 50%, maka langkah “menaikkan harga jual” tidak bisa dihindari lagi supaya usaha bisa tetap survive tanpa mengurangi kualitas rasa yang selama ini dikenal konsumen.
Berikut ini adalah harga jual makanan berbasis tepung terigu yang disarankan:
- Roti Manis
Jika pada desember 2007 harga tepung terigu dipasaran Rp 149.000,-/ zak (isi 25 kg), maka harga jual roti manis per pcs adalah Rp 625,-. Setelah harga tepung terigu mulai naik pada januari 2008, bahkan diperkirakan pada April 2008 nanti akan mencapai 195.000,- / zak, maka harga jual roti manis dapat dinaikkan menjadi Rp 725,- s/d 750 per pcs-nya. Dengan manaikkan harga jual seperti ini, diperkirakan masih bisa didapat laba sebesar 20%.
- Roti tawar
Pada desember 2007, saat roti tawar dijual pada posisi Rp 3.500 per pcs-nya, maka harganya disarankan dinaikkan seribu rupiah menjadi Rp 4.500 per pcs-nya. Jika ini dilakukan, saat april 2008 nanti, pengusaha masih dapat mengantungi laba sebesar 20%.
- Mie segar / mie basah
Jika pada desember 2007 harga jual mie segar adalah Rp 9.000/ kg, maka bisa dinaikkan menjadi Rp 10.000/ kg. Walau harga dinaikkan Rp 1.000/ kg, tetapi diperkirakan keuntungan masih tetap menurun dari 30% ke 20%, tetapi hal ini masih lebih baik daripada memaksakan diri pada harga semula.
- Martabak manis dan martabak telor
Untuk martabak manis dan martabak telor, sebenarnya kenaikan harga tepung terigu samapai april 2008 masih tidak terlalu terpengaruh, karena keuntungan dengan harga jual desember 2007 masih cukup tinggi, yaitu sekitar 35% untuk martabak manis yang dijual Rp 15.000 dan 40% untuk martabak telor yang dijual Rp 10.000. Jika pengusaha martabak masih tetap bertahan pada harga semula, diperkirakan pada april 2008, keuntungan dari martabak manis sekitar 30% dan dari martabak telor sekitar 36%.
- Cookies
Khusus cookies yang menggunakan bahan dari tepung terigu sampai 70%, harga jualnya dapat dinaikkan Rp 2.000 dari harga jual pada bulan desember 2007. Jika pada desember 2007 dijual pada harga Rp 15.000, maka sampai april 2008 harga dpat dinaikkan menjadi Rp 17.000
- Pia Pathuk
Jika pada desember 2007 harga jual Pia Pathuk berkisar Rp 10.000, maka harga jual pada april 2008 bisa dinaikkan sebesar Rp 2.000 menjadi Rp 12.000. Diperkirakan dengan harga baru ini, masih bisa didapat keuntungan sebesar 20%.
3. Tips menyiasati kenaikan harga tepung terigu: Mengurangi berat produk dan mengganti kemasan dengan yang lebih menarik.
Trik seperti inilah yang dipakai pengusaha roti Nenti Herawati, pemilik Lucky bakery. Hal ini ia lakukan karena bahan baku pembuatan roti yang ia hasilkan hampir semuanya mengalami kenaikan harga, bahkan ada yang mencapai 70%. Bahan-bahan yang naik itu antara lain: tepung terigu, margarine, butter, telur dan BBM.
Nenti Herawati, yang saat ini dikenal sebagai pemilik Lucky Bakery, memulai bisnis rotinya sejak beberapa tahun lalu. Nenti memasuki bisnis ini kala itu karena melihat temannya ada yang sukses mengembangkan usaha roti. Dengan modal Rp 35 juta pada kala itu, mulailah Nenti menapaki bisnis rotinya. Dengan modal kualitas rasa yang enak dan strategi harga yang murah, roti produksi nenti ternyata laris manis dipasaran, terutama diseputar jabodetabek. Tidak sampai disitu, usaha roti ini yang pada awalnya hanya mempekerjakan 7 orang karyawan telah berkembang pesat hingga memiliki 3 buah pabrik dan mempekerjakan 200 orang karyawan.
Larisnya produk roti buatan Nenti karena kualitas rasa yang dihasilkannya. Selain empuk, roti buatannya juga lembut dan terasa lebih kenyal. Selain itu, nenti juga selalu inovatif dalam memunculkan varian rasa, antara lain rasa cokelat, keju, cokelat pisang, kelapa, mocca, nanas dan strawberry dengan harag yang sangat terjangkau, yaitu Rp 1.000/ ketul (harga ke konsumen). Selain soal rasa, dalam pemasaran, Nenti menggunakan sistem Pul (pengepul) sebagai ujung tombak pemasaran yang paling efektif. Melalui para pengepul yang mempunya banyak pedagang keliling ini, kue buatan nenti bisa tersebar diarea yang luas. Dengan 15 titip pul, antara lain: Cawang, Pulogadung, Ciracas, Cibinong, Citereurep, Cilengsi, Bogor, Tambun, Cikarang, Cibitung, Cikampek, Karawang, Kota Bekasi, Purwakarta dan Pegadan. Untuk mempermudah aktivitas para pengepulnya, Nenti mengontrakkan tempat dengan harga Rp 5-6 juta/ tahun untuk satu tempat. Selama ini, harga jual dari Nenti ke pengepul yaitu Rp 610/ ketul. Kemudian dari para pengepul ini ke pedagang keliling atau warung-warung harganya Rp 800 dan dari pedagang keliling dan warung-warung ini menjual ke konsumen Rp 1.000 per ketulnya. Adapun sistem penjualan adalah beli putus dimana disetiap pul ada koordinator yang mengurus pedagang-pedagang tersebut.
Menurut nenti, selama ini ia menggunakan bahan-bahan antara lain: tepung terigu merek “Cakra Kembar”, cokelat merek “Irot” dan mentega merek “Simas”. Saat ini ia bisa memproduksi 150.000 ketul roti dalam sehari dan menghabiskan 1,5 ton tepung terigu/ hari atau 45 ton tepung terigu perbulannya. Dengan total penggunaan tepung terigu yang begitu besar, kenaikan harga tepung terigu yang tinggi ini memaksa Nenti mencari cara supaya usahanya tetap survive. Misalnya saja, tepung terigu beberapa waktu lalu harganya Rp. 162.000 per sak (isi 25 kg), sekarang sudah naik menjadi Rp. 170.000 per sak. Dan diperkirakan pada april 2008 harganya akan terus menanjak mencapai sekitar Rp 200.000 per sak. Selain harga tepung terigu yang naik, bahan-bahan lain juga tidak mau ketinggalan. Misalnya harga margarin yang biasanya Rp 105.000 per satu karton (isi 15 kg), sekarang telah naik harganya menjadi 180.000 per satu karton. Demikian juga dengan harga butter, dimana harga awalnya ialah Rp 200.000 menjadi Rp 350.000 per pil (isi 18 kg), dan juga gas yang harganya melonjak menjadi Rp 8.600/kg, padahal dalam satu hari nenti bisa menghabiskan minimal 2 tabung gas ukuran 50 kg. Yang memberatkan, karena untuk keperluan industri, tentu saja harga gas yang Nenti beli lebih mahal karena tidak ada subsidi pemerintah.
Namun demikian, walau harga bahan baku telah melambung, Nenti enggan mengubah/ mengganti bahan baku karena dapat mengubah kualitas rasa. Contohnya untuk tepung terigu, ia tetap memakai cap “Cakra Kembar” walaupun harganya paling mahal dipasaran. Alasannya, ia tidak ingin pelanggannya kabur karena rasa roti buatanya berubah. Selain itu, menurutnya, “bisnis makanan itu soal rasa, jika tiba-tiba roti buatan-nya berubah mutunya, dikuatirkan pelanggan akan lari semua“. Apalagi untuk tepung terigu cap “cakra kembar” tidak bisa diganti dengan merek yang lain ataupun bahan yang lain karena perbedaan daya elastisitasnya.
Lalu, apa triknya supaya tetap survive tanpa mengganti bahan?
Adapun trik yang dilakukan Nenti agar tetap bertahan dalam gelombang bisnis saat ini adalah dengan mengurangi komposisi rotinya, tetapi dengan kualitas rasa yang sama. Jika dulu berat setiap rotinya adalah 0,6 ons, kini dikurangi menjadi 0,5 ons untuk setiap rotinya. Jadi ada pengurangan berat sebanyak 0,1 ons. Selain rotinya yang diperkecil, ia juga melakukan kontrol yang lebih ketat terhadap kegiatan produksi. Jika dulu kesalahan produk, misalnya gosong atau salah adonan, toleransinya mencapai 5%, maka kini kesalahan produksi ditekan sampai mendekati 0%. Dan tentu saja hal ini sangat membantu, karena bahan baku yang harganya meroket tidak terbuang percuma karena kesalahan produksi. Ternyata trik yang dilakukan Nenti ini cukup efektif untuk bertahan pada masa-masa sulit sekarang ini, ini terlihat dari kapasitas produksinya yang tetap sama seperti masa sebelumnya, yaitu sekitar 150.000 ketul roti dari 3 pabrik dengan omzet per pabrik sekitar Rp 300 juta /bulan.
Adapun rencana untuk menaikkan harga rotinya suatu hari memang tidak bisa dihindari, dan ini sudah dipikirkan Nenti. namun kemungkinan kenaikan harga ini dari Rp 1.000 ke Rp 2.000 / ketul baru akan diberlakukan pada tahun 2009.
Selain trik diatas, trik Nenti lainnya adalah memperbesar faktor “ketertarikan” konsumen, yaitu dengan mengubah tampilan luar rotinya. Bila sebelumnya hanya menggunakan plastik transparan yang ditempel dengan kertas yang isinya identitas perusahaan, saat ini kemasannya sudah diubah dnegan plastik cantik yang didesain khusus, dimana terdapat nama produk, rasa produk, komposisi bahan baku dalam bahasa Indonesia, Inggris dan Arab, label halal, izin usaha dan izin departemen kesehatan (Dep. Kes RI. P-IRT No. 206367103302).
Contact Nenti Herawati: Asrama Polri Cileduk, Blok D 4 No 28 Rt. 02/ Rw. 01, Tangerang-Banten. Telp: (021) 73442638
Trik dari Anna Hukom, Pebisnis kue kering merek “Tassya Cake”.
Trik lain dilakukan oleh Anna Hukom, seorang pengusaha kue kering dengan merek “Tassya Cake”, yaitu dengan menaikkan harga dan menurunkan keuntungan, dimana keuntungan semula adalah 20% diturunkan menjadi 10% saja. Menurut Anna, ia tidak bisa memperkecil ukuran kuenya atau mengganti bahan baku karena pelanggannya sudah faham betul akan ukuran dan rasa kuenya, sehingga cukup berisiko jika mengurangi komposisi atau mengganti bahan bakunya. Jadi lebih baik menaikkan harga demi mempertahankan kualitas rasa yang enak dan ukuran yang tetap seperti semula.
Menurutnya, hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan memperhatikan kebersihan dan kehigenisan proses produksi, termasuk peralatan yang dipakai. Misalnya tempat mengocok adonan harus kering tanpa adanya uap air. Dengan demikian adonan kue akan mengembang sesuai yang diharapkan dan dapat tahan 1-2 bulan. Selain itu, untuk memperpanjang daya simpan kue kering tersebut, dapat juga dipakai silica gel khusus pada toples kue, sehingga daya tahan kue semakin lama.
Selain sisi produksi, yang perlu digenjot juga adalah disisi pemasarannya. Karena walau harga telah dinaikkan, ternyata keuntungan tidak bisa dipertahankan 20%, tetapi hanya mencapai 10%. Untuk menyiasatinya, mau tak mau harus bermain di “volume penjualan” yang harus di genjot. Misalnya dengan tidak segan-segan menawarkan produk kue buatannya ke beberapa toko, kantor atau gedung-gedung pemerintahan dan perkantoran. Walau bukan untuk bingkisan Natal atau Lebaran, kue kering juga bisa untuk cemilan para pegawai. Cara lain untuk memperbesar volume penjualan adalah aktif dalam arisan, perkumpulan atau bahkan ikut milis diinternet (khusus milis, harus diperhatikan aturan yang ditetapkan moderator milis dalam beriklan/ berpromosi). Atau bisa juga membentuk sistem keagenan.
Info Tassya Cake:
Pasanggrahan Permai Blok B/23, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan. Telp: (021)7376478 / 7376869
Trik dari Sakidjan, Pengusaha Mie ‘Kondang’.
Sakidjan sejak tahun 1975 sudah menggeluti usaha mie. Namun sejak bahan baku yaitu tepung terigu naik sampai 70%, usahanya mulai kelimpungan. Apalagi bisnis yang digelutinya serba mie, yaitu bahan baku mie mentah dan warung bakmi. Gejolak harga yang luar biasa ini memaksa Sakidjan untuk membuktikan kepiawaiannya dibisnis mie supaya dapat terus bertahan, apalagi dibisnis yang dikemudikannya ini merupakan tempat bergantung hidup 35 orang karyawannya. Jika dulu bisa membukukan omzet Rp. 12 juta/ hari, kini dengan gejolak harga bahan baku dan daya beli masyarakat yang melemah, diprediksi omzetnya akan menurun. Dan otomatis keuntungannya pun akan semakin tergerus.
Untuk itu, Sakidjan melakukan beberapa langkah penting, antara lain menaikkan harga mie buatannya dan porsinya sedikit dikurangi. Untuk mie basah, harganya dinaikkan dari harga semula Rp 8.000 menjadi Rp 9.000, dan untuk mie yang telah diolah (yang dibeli pedagang lainnya) harganya dinaikkan dari Rp 6.500 ke Rp 7.000. Selain menaikkan harga dan mengurangi porsi, Sakidjan juga mengurangi kapasitas produksinya sampai 40% untuk menghindari resiko sisa tidak laku dan bahan baku akhirnya terbuang percuma. Sedangkan untuk mengganti bahan baku mie dengan bahan lain tidak dilakukan, karena menurutnya kualitas adalah hal yang paling utama yang harus dipertahankan agar pelanggan tidak kecewa.
Mie Kondang
Jl Kostrad Petukangan utara no 40, Jakarta Selatan. Telp: (021) 7356708
4. Tips menyiasati kenaikan harga tepung terigu: Menyimpan tepung terigu dengan baik dan membeli tepung terigu ditempat yang lebih murah.
Dengan naiknya harga tepung terigu dan bahan-bahan lainnya, pengusaha memang harus berusaha semaksimal mungkin menekan biaya cost produksi. Salah satunya, dan tak kalah pentingnya adalah memperhatikan beberapa hal yang berhubungan dengan penyimpanan tepung terigu, agar tepung terigu tersebut bisa bertahan lebih lama:
-
Jika membeli tepung terigu dalam kemasan, setelah kemasannya dibuka, dapat langsung dipindahkan ke wadah lain yang kedap udara seperti kaleng.
-
Jika membeli tepung terigu kiloan dipasar, sebelum disimpan didalam kaleng, tepung terigu tersebut dapat dijemur terlebih dahulu dibawah terik matahari hingga benar-benar kering.
-
Jika membeli tepung terigu dalam kemasan karung, usahakan tepung terigu tersebut diletakkan pada tatakan kayu bersusun, sehingga tidak bersentuhan langsung dengan lantai, hal ini untuk menghindari suhu dari lantai yang lembab dan dingin, sehingga dapat menyebabkan cepat rusaknya tepung terigu.
Selain itu, usahakan membeli tepung terigu dengan harga lebih murah, misalnya langsung ke pedagang distributor, karena harganya lebih miring. Misalnya untuk tepung terigu merek “Cakra Kembar”, dimana dari Bogasari dijual Rp. 167.750/ zak ke pedagang distributor, dan pedagang distributor menjualnya ke pedagang retail antara Rp. 169.000 s/d 170.000 per zak. Tentu harga ini lebih murah dibandingkan jika membeli ke pedagang retail yang menjual tepung terigu dengan harga sekitar rp. 173.000 s/d 174.000.
Biasanya jika membeli tepung terigu ke pedagang distributor, minimal pembelian sekitar 200 zak hingga 350 zak. Untuk angkutan barang dari distributor ke tempat pembeli, biasanya distributor memiliki mobil khusus untuk mengantar barang, dan tentunya ongkosnya dibayar pembeli.
Beberapa distributor tepung terigu yang bisa dihubungi antara lain:
Yayat Priyatna, Drs. –> Pt Surya Niaga Abadi
Jl Kendal No 17, Rt 10 Rw 06, Menteng, Jakarta Pusat 10310. Telp. (021) 3905132 / (021) 31903851
Klyx Wangsa –> Pt Hasil Pangan Abadi
Jl. Pasar Pagi no 49. Rt 03/ Rw 02, Tambora, Jakarta barat 11230. Telp: (021) 6922489 /6900677
Soetarno –> Pt Putra Boga Utama
Jl Pasar Pagi no 100, Kel. Roa Malaka Kec. Tambora, Jakarta Barat 11230. Tepl: (021)6923350/ 6901305~06/ 6923322.
Edhijanto Tjondro –> Pt Putra Kencana Prima
Jl. Telepon Kota no 14, kel. Roa Malaka Kec. tambora, Jakarta barat 11230. Telp: (021) 6919832/ 6919847
Lim Djong Hon –> Pt Bumiboga Sarimustika
Jl Pasar Pagi no 83-85, Kel Roa Malaka, kec. Tambora Jakarta Barat. 11230. telp: (021) 6905186
Toko Nico Putra’s
Los CSB Bumbu no 239-246, Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta Timur. Telp: (021) 87785678
Toko TS
Jl Mawar, Bintaro, Jakarta Selatan. Telp: (021) 73880908
Sumber referensi : Tabloid Peluang usaha
Related posts:
- Harga BBM merangkak naik, LG tingkatkan volume ekspor
- Tahun 2008 Bisnis Properti Indonesia Akan Crash Boom Bang Lagi?
- Bagaimana membangun merek / brand yang superior
- Jangan Sekedar Mengandalkan Harga Murah
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.







February 24th, 2008 at 11:23 am
tulis sumbernya dong!! kayanya itu hasil liputan teman-teman di Tabloid Peluang usaha
May 15th, 2009 at 7:38 pm
Upss …kemarin kelupaan, sudah di tambahkan sumbernya bos!
thanks
May 31st, 2010 at 8:05 am
Great recipes and looked tasty…easy to make, thank you for the recipe, makanan tempe yang enak
August 28th, 2010 at 1:51 pm
Hi, thanks for your greeting share about this opportunity, i have been add your site to my bookmark, and i will subcribe your RSS to get update about your site, can i get some of your posting to post in my blogs, i think i can add some info to mine. Please be pleasure to visit my blog back, we can change each other. Thanks
May 16th, 2011 at 3:10 am
Mba. dimana saya bisa mendapatkan coklat irot. terima kasih.
October 25th, 2011 at 12:44 pm
Wow! What an amazing post!…
[...] Stone Tower Temple This first room is open. The first thing you want to do is to shoot the left eye of the statue to make the first Fairy Chest appear. [...]…
November 4th, 2011 at 3:40 pm
YOUR CSR DEVELOPMENT PARTNER…
[...]Awal tahun 2008, harga tepung terigu naik, bagaimana menyiasati kenaikan harga ini? | PARTISIMON DOT COM[...]…
November 8th, 2011 at 11:21 am
I do agree with all of the concepts you’ve presented to your post. They are very convincing and can certainly work. Nonetheless, the posts are very brief for novices. Could you please prolong them a little from subsequent time? Thanks for the post.
November 17th, 2011 at 4:25 am
mobil cbu…
[...]Awal tahun 2008, harga tepung terigu naik, bagaimana menyiasati kenaikan harga ini? | PARTISIMON DOT COM[...]…