Budidaya Ulat Sutera, Murbei & Peluang ekonominya.

Oleh: Eka Budianta, Sastrawan, Konsultan Pembangunan, Kolumnis Trubus, Pecinta Lingkungan.

Ulatsutra

Tidak saya lupakan. Pada suatu siang pulang sekolah, dengan membawa sekeranjang daun murbei, saya mendapatkan puluhan ulat sutera yang dipelihara dengan penuh kasih dan harapan, mati bergelimpangan, di kerumuni beribu-ribu semut. Ya ampun! malapetaka apakah yang lebih menyedihkan seorang murid kelas 5 Sekolah dasar, selain kematian hewan-hewan piaraan yang begitu di sayang?

Lagipula, ulat sutera murbei Bombyx mori itu sudha memberikan harapan akan menghasilkan kokon warna-warni. Bukan hanya kuning (seperti umumnya); tapi juga biru, hijau muda, putih, orange dan ungu. Sekarang Sebagian besar mati, mengenaskan, di mangsa ribuan semut. Itulah hama nomor satu bagi petani ulat sutera, selain tikus, burung, dan cecak.

Belum ada petunjuk bahwa untuk memelihara ulat sutera perlu rumah yang bersih, disemprot formalin dan desinfektan. Kelembabannya pun harus di jaga dengan karung-karung basah, dan seterusnya. Balai benih dan pusat-pusat pelayanan pengembangan ulat sutera belum menjamur seperti sekarang.

Sekarang, pemeliharaan ulat sutera sudah berkembang di mana-mana. Kalau kita baca di situs BDSP (Business Development Service Provider), di kabupaten Bogor, Ciamis, Tasikmalaya, dan seputarnya saja puluhan lembaga berurusan dengan ulat sutera. Ada koperasi petani pengrajin Ulat sutera (Koppus) Sabilulungan. Ada pengerajin sutera Priyangan, Persuteraan Cibeureum, dan puluhan lagi. Semua berdedikasi tinggi. Ada yang baru aktif setelah 2000-an, namun ada yang berpengalaman sejak 1970-an.

Bahkan ada yang lebih berpengalaman lagi, seperti industri sutera alam yang di pelopori oleh Aman Sahuri, di Garut sejak 1961. Sekarang usaha itu berkembang, menampung lebih dari seratus karyawan dan menghasilkan sekitar 5.000 meter kain sutera dalam sebulan. Tanpa di dukum petani yang ulet dan berproduksi rutin, mustahil perusahaan dengan peralatan yang cukup lengkap itu bisa memasok produknya ke Bandung, Jakarta, bahkan Bali. Jangan lupa, ia hanya salah satu di antara hampir seratus lembaga yang terkait dengan persuteraan di Indonesia.

Di daerah-daerah beriklim lembab, termasuk Temanggung (Jawa Tengah), Soppeng dan Bili-bili (Sulawesi Selatan) terkenal sebagai penghasil ulat sutera sampai sekarang. Sejarah menunjukkan, sudha lama ulat sutera tidak hanya penting bagi perekonomian negara besar (India, China, Jepang) tapi juga petani kecil di pedesaan.

Berapa nilai ekonomi satu kilogram sutera mentah? harga normal berkisar antara Rp. 25.000 sampai Rp.30.000. Nanun kalau anjlok bisa tinggal Rp. 17.500. Itu terjadi akibat serangan virus pebrine, yang membuat peternakan ulat sutera di bandung terpuruk awal 2005. Akibatnya? industri sutera di Jawa Barat jadi semakin tergantung pada baha mentah dari China. Harga benang sutera olahan impor bisa Rp. 310.000,- per kg, sednagkan benang sutera olahan kepompong lokal hanya Rp. 240.000,-.

Meskipun begitu, cukup menggiurkan petani. Hitung saja, dengan modal 1 box berisi 25.000 telor benih berharga Rp. 60.000,- dalam waktu 25-32 hari petni dapat memanen hingga 20 kg kopompong sutera mentah. Tidak perlu lahan luas, cukup 20-50 meter persegi. Pakan yang diperlukan sekitar 700 kg daun murbei segar. Bila pemeliharaannya baik, menurut Rudi Wahyudin, pakar agrotek dari Institut Pertanian Bogor (IPB), panen bisa di tingkatkan hingga 40 kg. Tergantung pada bibit, pakan, cuaca, dan konstruksi rumahnya.

Nah, rumah untuk inilah yag perlu modal. Satu rumah ulat idealnya perlu biaya Rp. 20 juta.

Padahal peternakan ulat sutera sesungguhnya multiguna. Ia bisa berfungsi ekologis- melestarikan alam dan industri ramah lingkungan. Bisa juga bernilai ekonomis dan sekaligus susio-kultural. Kain sutera membuka kegiatan sosial bernilai budaya tinggi dan berdampak langsung pada kesehatan. Serat sutera bersifat higroskopis, menghalangi terpaan sinar ultraviolet, menjaga kekenyalan kulit, dapat di manfaatkan sebagai bahan kosmetik maupun industri pengobatan.

TEH MURBEI DAN EKOLOGI

Penulis diktat Budidaya Ulat Sutera, Mien Kaomini, mengingatkan, perkebunan murbei juga memberikan produk sampingan yang bernilai ekonomi maupun ekologi. Pertama murbei mengandung banyak bioaktif sehingga dapat digunakan sebagai obat alternatif berupa teh daun murbei. Kedua: buahnya dapat dikonsumsi. Sedangkan ketiga: batangnya dapat digunakan untuk media bertanam jamur. Menurut aktifis Kelompok Peneliti Persuteraan dari Bogor itu, limbah peternakan sutera dapat di proses menjadi hasil ikutan antara lain klorofil dari kotoran ulat, serbuk larva, protein pupa, serbuk sutera.

Jadi produk utama adalah daun, buah dan kayu murbei. Di Nepal, pemerintah mendistribusikan bibit murbei sebagi langkah pertama untuk mengembangkan industri sutera. Dalam tahun 2004; misalnya, tak kurang dari satu juta bibit murbei dibagikan di seluruh negeri, guna mengejar target produksi 6.000 kg kokon atau kepompong. Para petani di lereng Himalaya itu percaya bahwa budidaya ulat sutera sangat cocok di lahan-lahan terjal. Jangan heran kalau 180 petani dengan 9 perkebunan murbei dapat menghasilkan 600 kg sutera mentah dalam setahun.

Thailand juga menggunakan perkebunan dan penenunan sutera rakyat sebagai atraksi pariwisata. Pada akhir november hingga awal desember biasa diadakan festival sutera di desa-desa yang menghasilkan kepompong. Begitu juga di Vietnam. Peternakan ulat sutera relatif tidak memerlukan tempat luas. Kandang ulat yang memerlukan lembar-lembar bambu dapat disusun. Wisatawan bisa menikmati mulai dari pemeliharaans ampai proses produksi, pemintalan benang dan penenunan kainnya.

Masalahnya di Indonesia, lahan murbei belum cukup tersedia, bibit ulat sutera sudah melimpah. Akibatnya ulat menetas dan kurang pakan. Satiap satu boks telur ulat, paling sedikit perlu 50 meter persegi kebun murbei. Dan itu harus ditanam dulu. Kalau ulat kurnag pakan, lama sekali baru mau bikin kepompong. Yang biasanya 25 hari sudah memintal benang kepompong, bisa jadi 40 hari. Hasilnya pun tipis dan tidak optimal. Jadi, kebun murbei perlu di kembangkan, sekaligus sebagai sarana penghijauan ditebing-tebing sungai. Itulah yang membuat industri ulat sutera di Temanggung berjalan kencang.

Pohon murbei yang bernama latin Morus alba L dan Mandarin, Sang ye, tidak hanya disukai ulat sutera, tapi juga bermanfaat bagi manusia. Daun mudanya enak di sayur, berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi, memperbanyak susu ibu, membuat pengelihatan lebih terang, dan meluruhkan kentut. Buahnya, dalam bahasa mandarin disebut sang shen, bermanfaat untuk memperkuat ginjal dan meningkatkan sirkulasi darah. Paling praktis, buah murbei adalah pencahar, untuk menghilangkan sembelit dan mengatasi gangguan pencernaan. Di Tiongkok, orang percaya buah murbei dapat mempertajam pendengaran.

Kulit pohon murbei juga biasa di jadikan obat. Nama China-nya sang pei pi, dapat mengobati penyakit asma, sesak nafas, muka bengkak dan batuk. Begitu menurut Sinshe Chang, yang membuka toko obat tradisional di Pekalongan, purwokerto, Tegal, dan beberapa kota lain di Jawa Tengah. Ia juga memberikan resep, daun murbei dapat di pakai sebagai obat kalau digigit serangga, atau di tumbuk halus, dipopokkan pada luka. Akarnya bisa direbus sebagai penawar demam.

Di Jawa Tengah, pohon murbei, banyak ditanam di Temanggung dan Jepara. Tingginya, maksimal bisa mencapai 9 meter. Bagi banyak orang tanaman dari Tiongkok ini bisa tampak sebagai perdu, semak-semak atau sekedar pagar. Namun, di Ithaca, New York, Amerika Serikat, saya pernah melihat dan memanjat pohon murbei yang sudah berumur 150-an tahun. Mulberry itu tidak terlalu tinggi, tapi pokoknya hampir sebesar pelukan orang dewasa. Buahnya banyak sekali. Pemiliknya seorang Indonesianis terkemuka, Benedict Anderson!

Pohon itu memberi inspirasi bahwa kalau di pelihara dengan baik dan tidak di tebang, murbei pun bisa besar dan indah. Namun demikian, dalam pengembangan pohon murbei harus di perhatikan faktor ekologinya.

Potensi industri ulat sutera sebenarnya besar. Apalagi jika menyangkut budidaya selendang sutera, batik sutera, benang sutera dan lain-lain, yang pengerajinnya meluas di berbagai pedesaan.

Murbei mungkin tidak pernah menjadi primadona seperti pohon buah merah yang berkibar sebagai berita. Namun, potensinya sebagai bahan farmasi, tidka boleh diabaikan. Demikian juga buahnya, terutama produk sampingannya: ulatsutera. Kalau saja produksi kain sutera mencukupi, harga kain batik dan baju bodo pun tidak perlu melambung tinggi dan sukar di dapat.

sumber: Majalah Trubus.

Ada yang berminat masuk ke bidang bisnis persuteraan ? partisimon.COM hanya memberikan informasi dini yang sangat sedikit, anda sendiri harus mencari banyak informasi akurat sebagai bahan pengetahuan dan pertimbangan jika ingin terjun ke bisnis ini, supaya tingkat kegagalan bisnis bisa di tekan sekecil mungkin.

Sumber Gambar : http://id.wikipedia.org

You Might Also Like :

64 Comments

  • Reply gd darma November 16, 2007 at 4:34 am

    Terima kasih atas info persuteraannya.Mohon info dimana saya bisa dapatkan kepompong ulat suteranya? bisa saya diberikan info alamatnya?
    Terima kasih.

  • Reply Partisimon November 18, 2007 at 4:54 pm

    Pak darma, saya mohon maaf tidak mempunyai info lebih detail, mungkin bisa menghubungi langsung majalah Trubus.

    semoga sukses

    salam

  • Reply dredddd December 3, 2007 at 9:42 am

    Hi
    I was very much helped by the information with this article.
    Many thanks at you very fascinating resource.

    Bye

  • Reply helmi December 8, 2007 at 5:22 pm

    Om Punya Buku Masalah Perkembangbiakan ulat sutera

  • Reply Partisimon December 8, 2007 at 10:55 pm

    @ Pak Helmi. Maaf gak ada bukunya pak, tapi nanti jika saya nemu informasi baru seputar ulat sutra, akan saya posting di blog, semoga bisa berguna.

    salam

  • Reply rudi January 2, 2008 at 3:23 am

    p’ !, maaf ganggu nech
    rumah ideal itu kaya’ gimana sech
    saya mo mulai membudiyakan pohon murbei dan ulat sutra
    kasih don infonya
    terima kasih sebelumnya

  • Reply Partisimon dot com January 2, 2008 at 2:00 pm

    Maksud pak rudi rumah utk budidya ulat sutera nya ya? wah saya musti cari info lebih lanjut nich ..he..he… lain kali mampir ya pak….siapa tau saya cepat dapat infonya, ntar saya langsung post di sini. trim’s telah berkunjung ke blog saya.

    salam

    partisimon dot com

  • Reply mansul January 17, 2008 at 1:37 am

    halo pak pakabar?
    saya mau tanya kalau untuk daerah yogyakarta di sekitar lereng gunung merapi bisa lokasinya bisa di budidayakan gak?
    disitu saya gak baca ketinggian berapa yang harus ideal untuk budidaya ulat sutera dan tanaman murbei…

  • Reply partisimon dot com January 17, 2008 at 1:11 pm

    @8. saya lagi cari-cari referensi teknis tentang budidaya murbei / ulat sutera ini, tapi masih belum ketemu, soalnya saya bukan pakar di bidang itu ….

    sukses selalu, ntar kalau udah ada saya post di sini.

    salam

    partisimon dot com

  • Reply LopProrydobre January 23, 2008 at 3:06 am

    Hello!
    Nice site 😉
    Bye

  • Reply windi January 24, 2008 at 8:04 am

    Wah,,inspirasi banget pak ulat sutranya…
    kalau boleh tahu,,,bisa gak yah kira-kira ternak ulat sutra tapi dengan lahan yang sangat minim, makasih

  • Reply ANTONY PURWANTO January 26, 2008 at 7:06 pm

    Boleh tahu nggak alamat lengkap penelitian ulat sutra di daerah Pare Kediri?.mohon petunjuk selengkap2nya agar saya bisa mengetahui cara2 pengelolaan ulat sutra tsb,sblmnya saya ucapkan bnyk2 terima kasih,bila ada informasi yg terbaru bisa menghubungi ke no.hp saya ,trim’s very much

  • Reply haji firman February 26, 2008 at 8:49 am

    daerah majenang kab.cilacap cocok ngaak untuk budidaya ulat sutera? Saya punya lahan, bingung mau bikin apa. Ulat sutera kali cocok.

  • Reply ristag hamida March 8, 2008 at 1:00 am

    emang gimana sih caranya ngerawat ulat sutra. apa hidupnya itu bisa di mana aja?

  • Reply ristag hamida March 8, 2008 at 1:02 am

    emang gimana sih caranya ngerawat ulat sutra. apa hidupnya itu bisa di mana aja? aku nggak tahu masalahnya masih kelas 5

  • Reply partisimon dot com March 8, 2008 at 1:24 pm

    @ristag hamida. Waduh apa benar masih kelas 5? kelas 5 SD atau tingkat 5 Universitas? Kalau masih kelas 5 SD, wah …hebat sudah blog walking ….

    Untuk informasi selanjutnya seputar ulat sutera akan di tambahakan, sekarang lagi mencari artikel tambahannya.

    salam jabat erat

    Partisimon Dot Com

  • Reply anna March 13, 2008 at 2:32 pm

    tolong dong kasi tau cara-cara memelihara ulat sutra…..,,,,,
    pengen juga ni, melihara ulat sutra…. (^-^)

  • Reply dewi March 17, 2008 at 2:29 am

    pak, terimakasih infonya.
    kalau di surabaya barat gimana ya…memenuhi ga spesifikasinya untuk tumbuh si ulat dan tanaman murbeinya?
    saya ingin mencoba budidayanya, gimana cara mendapat info lebih lengkap, bibit ulat maupun bibit (stek) murbeinya? lalu mengenai pemasarannya?
    ada ga semacam kemitraan untuk ulat sutera ini di sekitar sby?
    terima kasih. (maaf bisa live messenger di ym atau di IM?)

  • Reply Eli March 19, 2008 at 4:51 am

    klo pengen tahu lebih banyak lagi tentang budidaya ulat sutra,bisa bantu saya bagi informasi tentang hal ini???
    thx..

  • Reply bian March 29, 2008 at 12:03 pm

    mlm pak, saya mahasiswa D-1 budidaya ulat sutera, kampus saya di PPPPTK PERTANIAN Cianjur, alhamdulillah smenjak saya masuk ke dalam dunia budidaya ulat sutera saya lgsung tertarik.. Saya pun di kampus sudah mulai pemeliharaan ulat sutera, dan skarang ulatnya pun sudah memasuki instar ke-5 hari ke-6.. Saya baru pertama kali mempelajari ilmu tentang pesutraan khususnya di kota cianjur.. rncana utk ke depan saya dan teman2 akan melaksanakan KUB ( Koperasi Usaha Bersama ).. Dan saya mohon utk Bpk utk mengirimkan informasi2 tentang Pesutraan ke e-mail saya… Thx.. Ditunggu Informasinya..

  • Reply Ekky baihaqi said April 1, 2008 at 10:37 am

    mohon informasi tentang pemanfaatan limbah ulat sutera, khususnya limbah kokon.
    terima kasih
    ditunggu infonya….

  • Reply isax April 14, 2008 at 10:23 am

    hubungi aja isax_sutardi@yahoo.com

  • Reply isax April 14, 2008 at 10:28 am

    Namanya Dede Sahid Ya?……………………….

  • Reply isax April 14, 2008 at 11:36 am

    Bagi rekan rekan yang ingin ngobrol banyak tentang Ulat Sutera. Saya siap berbagi pengalaman. silakan hubungi Bambang MI Peserta Diklat Diploma Model Bidang Peminatan Agribisnis Sutera Alam di PPPPTK Cianjur. Jl. Jangari KM 14 Sukajadi, Karangtengah Cianjur. atau di 0263 9149902. Saat ini saya sedang belajar budidaya Ulat Sutera dan sedang merintis Kelompok Usaha Bersama di Bidang Persuteraan Alam dengan teman teman yang lain.

  • Reply roso April 20, 2008 at 4:24 am

    pak dmana saya bisa beli tlur atau bibit ulat sutrane n tlong saya btuh info lbh bnyak ttg cara budidaya ulat ini

  • Reply roso April 20, 2008 at 4:26 am

    pak dmana saya bisa beli tlur atau bibit ulat sutrane n tlong saya btuh info lbh bnyak ttg cara budidaya ulat ini tlg di emailkan ke saya

  • Reply raka May 18, 2008 at 10:14 am

    pak menurut kabar dikoran bahwa sekarang ada yang namanya sutra emas kl benar , tolong infonya

  • Reply Ramadhan June 2, 2008 at 5:32 pm

    Saya tertarik sekali untuk memelihara ulat sutra.

    Saya mempunyai lahan di daerah Garung, Wonosobo. Apakah dsna merupakan tempat yang cocok untuk beternak sutera?

    Kira2 saya bisa bertanya lebih lanjut dmana? Saya masih awam sekali mengenai masalah ini jadi mohon bantuannya..

  • Reply ayi fm June 25, 2008 at 11:59 am

    Bagi yang membutuhkan atau akan memberikan info tentang pengembangan persuteraan alam, bisa mengakses http://www.bpa-sulsel.net atau http://www.gerhan.net atau mengirim email ke balaipersuteraanalam@yahoo.co.id. BPA merupakan unit pelaksana teknis Ditjen RLPS Dephut dalam pengembangan persuteraan alam. Lokasi terletak di Bili-Bili Kec. Bontomarannu Kab. Gowa Sulsel. Terima Kasih.

  • Reply ayi fm June 25, 2008 at 12:10 pm

    Bagi yang butuh telur ulat sutera dapat menghubungi PPUS Candiroto atau KPSA Soppeng. Ulat sutera yang dikembangkan merupakan jenis Bombix mori. Kalo sutera emas kemungkinan dari jenis sutera liar.

  • Reply septidewi August 16, 2008 at 4:13 am

    Pagi pak, saya memerlukan info tentang sutera liar Cricula trifenestrata (ulat sutera emas) mungkn bapak bisa memberikan infonya
    terima kasih sebelumnya

  • Reply hendra September 5, 2008 at 10:26 am

    wuah ini info yang menarik. kalo saya perlu info mengenai informasi lebih lanjut, mengenai pengembangbiakan atau untuk mengembangkan budidaya ini di kota bandung, saya kontak siapa ya.. mohon dibantu ya pa..

  • Reply Ginung September 8, 2008 at 4:00 am

    Saya tertarik mau budidaya hanya informasinya dikit banget gmna dimana carinya?

  • Reply muchid September 11, 2008 at 4:20 am

    yach…mungkin persutraan merupakan peluang bisnis ditengah keterpurukan ekonomi ‘n itung2 untuk mengantisipasi STRESS dadakan. dimana klo pingin mendapatkan telur ? prosesnya gemana? maturnuwun

  • Reply suparnoto October 24, 2008 at 5:55 am

    saya mau budidaya ulat sutera di wilayah yogyakarta, mohon penjelasan kira-kira dimana pak kami bisa belajar dan memperoleh telur ulat sutera tersebut, biaya pelatihan berapa. terima kasih

  • Reply rizal November 3, 2008 at 1:02 pm

    saya dari belitung timur ingin informasi cara secara rinci bagaimana cara berternak/budidaya ulat sutra dengan iklim di beltim yang cukup panas karena dekat dengan laut

  • Reply firda November 7, 2008 at 3:13 am

    Kalo home industri di bogor di mana ya?? Bisa minta nomor yang bisa dihubungi??

  • Reply helmiah November 15, 2008 at 6:11 pm

    trims atas infonya pak,saya tertarik sekali dengan usaha ini pak kebetulan sekali keluarga dan teman medukung.bapak bisa kan bantu saya untuk beri wejangan kepada saya?makasih banyak ya pak,sukses selalu.

  • Reply Slamet Mulyadi December 4, 2008 at 3:15 pm

    di daerah kami banyak petani murbei, mereka juga pada budidaya ulat sutra. tiap kali panen mereka jual secara kolektif kepompongnya ke pengepul yang ada di jogja atau kadang juga di solo. mereka beli bibitnya di sentra pembibitan sutra yang ada di parakan – temanggung harga per amplopnya sih dulukalau nggak salah dengar 30 atau 70 rebu gitiuu. kamau ada yang mau info lebih lanjut bisa japri nanti saya kasih kontak personnya.

  • Reply Friets Tjahyadi December 13, 2008 at 1:12 am

    utk mas Slamet Mulyadi yth,

    mas, aku perlu pohon murbeinya utk diambil daun nya saja dan utk hijauan sapi perah-ku.
    Dimana bisa beli bibit pohon murbeinya mas ?
    Tolong info ya… matur nuwun mas Slamet.

    Salam : Friets

  • Reply Santi Sitorus December 14, 2008 at 1:21 pm

    Salam Sejahtera!
    Saya sangat tertarik dengan budidaya ulat sutera dan murbey. Bagaimana caranya mendapatkan bibit murbey dan juga benih ulat sutera tsb. Saya mohon bpk dpt memberikan informasi yang lengkap.
    Ada rencana klu pulang nanti buat usaha ini, kebetulan saya ada sedikit lahan untuk usaha ini. Setidaknya untuk menciptakan lahan kerja utk diri sendiri drpd pengangguran.
    Saya tunggu informasi dari siapa saja mengenai ulat sutera dan pohon murbey.

    Thank’s banget sebelumnya.

  • Reply masjamal December 31, 2008 at 6:20 am

    Friets Tjahyadi : posisi anda dimana pak ?? saya ada bibit murbei.

    partisimon : boss ijin copas yah..

  • Reply isnaen January 15, 2009 at 4:23 am

    assalamualaikum,

    saya mau tanya, alamat lebih detailnya sentra pembibitan ulat sutra di parakan temanggung.

    sebelumnya terima kasih

  • Reply Evi at January 17, 2009 at 1:54 pm

    Wowh,sangat menarik.
    Saya mahasiswa s1 biologi ipb,sangat berminat untuk studi lapang di tempat budidaya ulat sutra.
    Boleh minta info tempat budidaya ulat sutra yg ada di bogor?
    Thanx b4..

  • Reply tri January 19, 2009 at 2:18 am

    k eka sy tri dr lampung sy mh siswa fakultas pertanian unila, saya ingin bayak tentang ulat sutra ini, tapi kali ini saya hanya inigin tahu aja
    tanaman murbai unutk pakan ulat sutra ini tumbuh baik di daerah p? oya ketinggian daerah pa mempengaruhi tanamanitu, truz cara dapetin bibit ulat sutra di mana? tolong sXan cara budidaya

  • Reply belajar bahasa inggris July 4, 2009 at 11:57 am

    I found your blog on google and read a few of your other posts. I just added you to my Google News Reader. Keep up the good work. Look forward to reading more from you in the future.

  • Reply Ahmad shofik September 2, 2009 at 4:17 am

    asalamualiaqum..
    saya mohon di berikan informasi dimana saya dapat mempeoleh pengetahuan entang langkah yang baik untu memulai usaha budidaya ulat suterA DENGAN BAIK. DAN mohon di berikan alamt budidaya ulat sutra yang sudah berjalan di wonosobo dan di temanggug. di aman alat lengkpnya. selebihnya banyak terima kasih.contak person to
    (Hp.081392937777 / 081327082777)

  • Reply resep September 26, 2009 at 3:50 am

    Do your schoolwork, purposely or out?Handicap by a, these patterns Are.Dont keep the, but how can.Foreign language as resep, possible A skilled advertisement Promotional printed.But One Advocate, though she is.,

  • Reply resep September 27, 2009 at 6:23 am

    Immunizations Talk to, are designed for?You Recreational Vehicles, have experts Do.His craft with, you require when.Daher spielt auch resep, to look fit on the Christmas.Removed from any, used the savings.,

  • Reply citra October 19, 2009 at 1:48 pm

    mhn informasikya ttg ulat sutra emas (cricula trifanestrata). dimana saja ya tempat2 budidayanya?
    terimakasih…mhn dibalas via email…

  • Reply Aldy Imatuhu, SH. November 28, 2009 at 4:04 am

    Infonya sangat bagus bagi wirausahawan mengenai prospek bisnis ulat sutera ke depannya.

    Saya berasal dari Bogor, yang notabenenya berada di dataran rendah.

    Kalo boleh tau, dimana saya bisa mendapatkan bibit ulat sutera dan pakannya (daun murbei) di daerah sekitar bogor.

    Jika ada yang tahu mohon kirimkan info ke email saya di strafrecht_law@yahoo.co.id

    Terima kasih…

  • Reply ruddy purnama December 23, 2009 at 4:34 am

    kami Perum Perutani unit I Jawa Tengah telah membudidayakan ulat sutera sejak tahun 1972 yakni di PPUS Candiroto Temanggung, dan PSA Regaloh Pati di bawah KBM AEJ I Perum Perhutani Jawa Tengah

  • Reply nasam December 26, 2009 at 5:50 pm

    saya sedang memerlukan beberapa kg buah murbei untuk penelitian ada yg bisa bantu kirim.. kontak sya di 081391580999 trims

  • Reply indriyani April 29, 2010 at 7:22 am

    dimana bisa beli bibit ulat sutra bos….

  • Reply micky fl May 27, 2010 at 5:21 am

    sangat inspiratif, senang bisa menemukan info soal per-ulatsutera-an. btw bisa dpt info dmn saya bs mendapatkan bibit murbeinya dan bibit ulatnya, kemudian apa ada kemudahan atau subsidi dari pemerintah untuk usaha pemula? terima kasih.

  • Reply sudar January 31, 2011 at 4:16 am

    bgaimna mndpatkan bibit ulat sutra di daerah malang..?
    bgaimna cara budidaya & pemasaran?
    apa ja yg d perlukan untuk budidaya?

  • Reply Putri May 2, 2011 at 11:35 am

    Saya ingin belajar budidaya ulat sutera.
    Dimana saya bisa mendapatka bibitnya??????
    Daerah jatim saja.
    Trimakasih

  • Reply karvan w mogalana July 28, 2011 at 4:27 pm

    salam perkenalan,
    Dimana kami bisa membeli benih ulat sutra?
    jawaban say tunggu yah.
    terima kasih
    kw mogalana.

  • Reply mirelle August 19, 2011 at 3:33 am

    salam perkenalan,
    saya mau beli benih ult sutra nih buat di sumatra utara mohon infonya..makasih…balas di email ya…

  • Reply irfa August 22, 2011 at 8:01 am

    pengembangan sutera alam apabila ditangani secara tehnis maka akan menghasilkan nilai tambah yg cukup tinggi

  • Reply irfa August 22, 2011 at 8:06 am

    Kab.Soppeng merupakan salah satunya produksi telur ulat sutera di Indonesia khususnya sulawesi, mulai dari prosesing telur, hingga perkawinan ulat itu sendiri nich!!

  • Reply irfa August 22, 2011 at 9:18 am

    perum perhutani pengusahaan sutera alam soppeng dapat melayani pesanan telur ulat sutera kontak person ; 0484 – 2512111 atau 081242763066

  • Reply trima October 6, 2011 at 2:25 am

    Apakah penyesuaian temperatur untuk ulat murbei bisa diganti dengan menggunakan AC? karena tempat tinggal saya ada di daerah panas dan kapur, dan apakah tanaman murbei bisa tumbuh dgn baik di daerah saya? trims

  • Reply edis September 12, 2013 at 9:25 am

    Bibit pohon murbei dan ulat sutra brapa ya? Info donk…. Minta alamat dan no tlpnnya…. (085242389744)

  • Leave a Reply

    Saya mohon maaf, karena banyak komentar yang tidak bisa saya balas, oleh karena keterbatasan waktu, juga karena karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman saya.
    Mari kita sama-sama belajar... dan tetap Semangat :)
    salam Partisimon.com