Home » Bisnis Nasional/ Internasional » MEGAKOMPETISI DI ASIA : Catatan dari Forum Ekonomi Asia di Boao, China

MEGAKOMPETISI DI ASIA : Catatan dari Forum Ekonomi Asia di Boao, China

10.28.2007 · Posted in Bisnis Nasional/ Internasional

Oleh DIDIK J RACHBINI

China dengan kemajuan ekonomi dan industri yang spektakuler pada saat ini berperanan besar, sekaligus dalam bidang politik internasional dan ekonomi Global. Oleh karena itu wajar jika China akan memainkan peranan yang semakin strategis dalam bidang-bidang lainnya–sosial, budaya, ilmu dan teknologi.

FORUM BAGI CHINA

Jika kita mendengar Forum Ekonomi Dunia di Devos, di China ada dan dibuat Forum Ekonomi Asia yang di sebut BOAO FORUM FOR ASIA. Forum ekonomi dunia mengumpulkan pemimpin-pemimpin negara dan pemimpin bisnis, maka forum ekonomi asia ini mengumpulkan pemimpin-pemimpin asia di dalam pemerintahan maupun dalam bidang bisnis.

Pekan keempat bulan April 2006, forum ekonomi asia melaksanakan kegiatannya untuk memperingati ulang tahunnya yang kelima. Mantan Presiden Filipina Fidel Ramos menjadi ketua Forum ini, yang secara tetap mengadakan pertemuan di China. Hampir 1.000 pemimpin politik, ilmuan, dan pemimpin bisnis, kebanyakan dari asia dan negara di dunia lainnya berkumpul di kota Boao, China. Mereka semua datang untuk berbicara dan mencari kemungkinan bagi peluang untuk pertumbuhan ekonomi pada level yang lebih tinggi.

MENJUAL EKONOMI

China dalam dua dekade terakhir telah berhasil melakukan industrialisasi dengan cara melompat. Beberapa tahap yang biasa di lewati oleh negara-negara industri lainnya di lewati hanya dalam satu tahap yang sangat … sangat cepat.

Sebagai contoh, kota shenzhen mulai di kembangkan oleh pemerintah China sekita 15 tahun lalu. Konsepnya adalah meniru kawasan ekonomi bebas Batam. Untuk itu para inspirator pembangunan China belajar ke Batam dan meniru cara-caranya untuk menarik investasi ke Shenzen.

Akan tetapi, cara belajar China adalah meniru dan mempraktikkannya dengan caranya sendiri secara lebih sempurna sehingga hasilnya jauh lebih baik dari wilayah yang di pakai sebagai acuan mereka.

Jika anda datang ke Shenzen, kota yang isinya beberapa belasribu orang saja pada dekade yang lalu, kini sudah menjadi kota besar, yang mengalahkan Jakarta. Industri, perdagangan, pelabuhan dan gedung-gedungnya sudah melampaui kota Jakarta. Bahkan, kota ini sudah menjadi kota modern dengan semua sarana dan prasarana yang lengkap.

Pertumbuhan ekonomi dan kota berlangsung sangat cepat, melebihi kecepatan pertumbuhan kota manapun di muka bumi. Penyebabnya tidak lain karena industrialisasi yang efisien dengan orientasi ekspor dan menghasilkan devisa sangat banyak. Daya dukung sumber daya manusia, baik secara kuantitas maupun kualitas, lebih dari sekedar memadai.

Kawasan industri Sushou adalah contoh lain yang di rancang seperti kawasan industri lainnya ( di Indonesia seperti Cikarang ). Dalam waktu 10 tahun kawasan itu saja mampu melakukan perdagangan (ekspor dan ompor) sebesar 40 milyar dollar AS. Jumlah tersebut hampir sama dengan nilai ekspor seluruh industri , pengusaha dan eksportir Indonesia (tanpa impor).

Dalam waktu 10 tahunkota Sushou sudah berkembang cepat melebihi kota Surabaya, Medan dan lainnya, yang sudah tumbuh ratusan tahun. Modernisasi kawasan industri dan kota Sushou di sekeliling danau yang indah berlangsung cepat hanya dalam waktu 10 tahun saja.

LOMPATAN INDUSTRI

Pola industrialisasi China berbeda dengan industrialisasi negara-negara lainnya. China sudah masuk dalam fase atau tahap sebagai negara industri, yang melompat, tidak melalui tahap awal dari proses industrialisasi dengan teknologi rendah dan padat karya. Industrialisasi China langsung masuk ke semua level teknologi, dari teknologi rendah sampai yang tertinggi.

Dengan demikian ekonomi China bersaing dengan semua negara dengan level industri yang berbeda. Persaingan barang-barang China di pasar internasional telah menyeret semua pemain untuk masuk ke arah persaingan harga yang sangat murah.

Semua negara industri di dunia berharap cemas terhadap peranan baru China dalam ekonomi global. Bahkan, tidak sedikit dari negara industri itu yang merasa khawatir dan takut.

Akan tetapi, harapan terlihat pada peranan yang memperbanyak jumlah manusia semakin sejahtera karena industri dan perdagangan. Sementara itu, kecemasan datang karena produk China bersifat mematikan pesaingnya dengan harga yang sangat murah.

Karena pengaruhnya yang besar, ekonomi China bukan lagi faktor yang di pengaruhi globalisasi, tetapi sudah mempengaruhi globalisasi secara signifikan. Kawasan asia timur secara total sudah ebrubah secara struktur dalam bidang industri dan perdagangan.

Kawasan ini sudah masuk ke dalam era globalisasi penuh dan persaingan yang sangat intensif (full scale globalization).

Kompetisi yang terjadi semakin intensif dan menjadi persaingan besar (mega-competition), yag dapat mematikan, seperti yang terjadi pada krisis ekonomi beberapa waktu yang lalu. Pemerintah masing-masing negara seperti tidak sanggup membendung fakta akn keharusan sejarah globalisasi yang paling intensif terjadi di kawasan Asia pasifik. Itu semua terjadi karena faktor ekonomi China yang spektakuler tersebut.

Peranan China sudah sangat jelas, yakni menggantikan peranan Jepang di kawasan Asia Timur. Dinamika kawasan berubah karena ekonomi Jepang bergerak lambat.

Sementara itu, peranan ekonomi ASEAN masih cukup nyata. Suka atau tidak suka, Indonesia sudah harus menyadari menghadapi fenomena mega competition dan gempuran barang-barang asal China.

DIDIK J RACHBINI
Ekonom, hadir pada Boao Forum
For Asia di China, 22 April 2006.

Related posts:

  1. Harga China
  2. Pertama di Asia, Prabayar Blackberry diluncurkan

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Krisis Mortgage, Penyebab krisis keuangan di Amarika dan Dunia
Oleh DIDIK J RACHBINI China dengan kemajuan ekonomi dan industri yang spektakuler pada saat ini berperanan besar, sekaligus dalam bidang ...
Harga China
Oleh DIDIK J RACHBINI China dengan kemajuan ekonomi dan industri yang spektakuler pada saat ini berperanan besar, sekaligus dalam bidang ...


Leave a Reply