Home » Kredit » Meminjam uang ke bank, pertimbangkan dengan matang terlebih dahulu

Meminjam uang ke bank, pertimbangkan dengan matang terlebih dahulu

04.08.2008 · Posted in Kredit

Saya mau cerita sedikit tentang apa yang saya lihat dan dengar hari ini, adapun dialog yang terjadi dibawah ini tidak sama persis dengan dialog kami sebenarnya, namun saya mencoba menyusun dengan kata-kata sendiri sedemikian rupa sehingga bisa menggambarkan suasana pembicaran bisnis antara saya dan teman-teman saya.

Beberapa hari yang lalu, saya dan seorang teman saya, Hanslim, owner Sumber-Pakaian Dot Com, berbincang dengan seseorang, katakanlah namanya Mr X . Kami ngobrol ngalor-ngidul tentang apa aja ditempat usaha saya. Tiba-tiba Handphone Mr X berbunyi pertanda ada yang menghubunginya. Kemudian Mr x mengangkat Handphonenya dan kelihatannya beliau berbicara secara serius dengan si penelpon. Pembicaraan kami tiba-tiba berhenti untuk sejenak karena Mr X sedang menerima telpon. Setelah selesai menerima telpon, mulailah terjadi tanya jawab diantara kami.

Kami (Saya dan Hanslim) bertanya kepadanya : “dari siapa tuch …kok kayaknya serius amat?

Dari City Bank, mereka mau nawarin gue pinjaman“, kata Mr X.

Serempak kami agak terperanjat, “berapa?” tanya kami.

enggak banyak, cuma 50 juta!” jawab Mr X enteng.

WooW Lalu? “… tanya kami selanjutnya.

Gua tolak …!” ujar nya lagi.

Kok ditolak?” …tanya saya.

Lalu dia menjawab, ” Soalnya sekarang ekonomi lagi susah, kalau gue ambil pinjaman itu, uang itu musti di “buang” kemana tuch duit? saat ini kondisi lagi susah, daya beli masyarakat menurun. Salah-salah ambil utang, bisa-bisa susah ngebayar-nya, liabilitas bertambah besar, atau bisa jadi kredit macet!

Ooooh …” respon kami serempak.!!!

Dari percakapan diatas ada 3 point yang dapat saya petik:

Poin pertama, Inilah orang yang kredibilitasnya bagus di mata pihak bank. Disaat orang lain kesulitan mengurus pinjaman uang ke bank, beliau malah ditawari dengan agresif oleh pihak bank untuk meminjam uang. Hal ini dimungkinkan sejak dari dulu beliau sudah menjalin relasi yang baik dengan pihak bank, sehingga pihak bank yang aktif melakukan “jemput bola” menawarkan fasilitas pinjaman kepada orang-orang yang kredibel seperti ini.

Poin kedua, Saya teringat Prinsip bisnis “Tao Zhu Gong“, yaitu: “Jangan Rakus Akan Pinjaman“. Kita tau bahwa utang / pinjaman merupakan “darah segar” yang jika disuntikken ke bisnis kita dapat meningkatkan performa bisnis kita. Bahkan, selain itu ada yang mengatakan “berutang itu mulia“. Disatu pihak hal tadi benar adanya. Namun kita harus hati-hati dalam perangkap liabilitas disini, karena dalam kondisi ekonomi yang lesu, daya beli masyarakat yang lemah karena imbas kenaikan BBM dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya, meminjam uang ke Bank salah-salah memberi efek negatif terhadap bisnis kita.

Contohnya: walaupun tambahan dana dapat dipakai untuk meningkatkan produksi atau perluasan usaha, katakanlah hasil produk yang kita produksi bertambah, apakah kita bisa menjual semua produk yang kita produksi tersebut ke pasar? Mengingat daya serap pasar akan produk dan jasa yang melemah. Ujung-ujungnya kita akan mengalami kesulitan dalam cash flow, sehingga pinjaman uang bukan menyelesaikan masalah, tetapi malah membuat kepala tambah pusing, karena adanya masalah kesulitan menjual hasil produksi dan memperoleh uang tunai + profit, dilain pihak pinjaman dan bunga sudah mulai harus dicicil.

Berkenaan dengan prinsip Tao Zhu Gong, “jangan rakus akan pinjaman” ini, sepertinya teman saya ini sedang menerapkannya. Ada saatnya kita “beraksi” dan ada saatnya kita berdiam diri atau “wait and see” …

Seperti kata Raja Sulaiman : “Segala sesuatu ada masanya, untuk apapun dibawah langit ada waktunya“.

Poin ketiga, walaupun situasi lagi sulit, tapi kalau memang kita yakin dan sudah menganalisa secara detail, bisa saja kita menerima pinjaman uang dari pihak lain, namun kita harus segera bisa mengoptimalkan uang tersebut suapaya tidak “ngangur” dan ‘tidak boleh macet”. Sebelum menerima pinjaman uang, penggunaan uang itu harus dipikirkan masak-masak, karena dengan adanya pinjaman uang, berarti disatu pihak dapat memperbaiki dan menambah kinerja bisnis kita, yang pada akhirnya kita harapkan berpengaruh pada kenaikan omzet, tetapi kita harus ekstra hati-hati disini, sebab disisi lain, kalau kita salah langkah, kita bisa kehilangan rumah kita yang dijadikan sebagai angunan.

Selamat berhitung ….dan mengambil keputusan!

Salam Jabat Erat

Partisimon
Owner blog: Info Bisnis dan Peluang Usaha

Artikel ini disponsori oleh: Tanah-Abang.Net – Situs Grosir Pakaian online Indonesia yang menjual berbagai jenis busana, baik pria maupun wanita.

Kiat-kiat mendapatkan pinjaman kredit dari Bank, sebagai daya dongkrak bisnis yang sedang berkembang
Saya mau cerita sedikit tentang apa yang saya lihat dan dengar hari ini, adapun dialog yang terjadi dibawah ini tidak ...
Program kemitraan – Divisi PKBL, Direktorat Keuangan, PERTAMINA
Saya mau cerita sedikit tentang apa yang saya lihat dan dengar hari ini, adapun dialog yang terjadi dibawah ini tidak ...


6 Responses to “Meminjam uang ke bank, pertimbangkan dengan matang terlebih dahulu”

  1. Ngomong-ngomong masalah liabilitas, saya jadi teringat dengan permainan cashflow gamenya paman Robert T Kiyosaki.
    Saya banyak belajar dari beliau, dari mulai pengelolaan keuangan hingga pengelolaan hal-hal yang paling sensitif seperti hutang.

    Salut buat pertimbangan matangnya Mr X.

  2. jadi bagai mana cara kita mencari dana yg pas,sedangkan saya berwiraswasta modal dengkul

  3. herri indrayana says:

    Semoga pinjaman bermanfaat, jangan lupa mengembalikan

  4. jangan pernah takut pinjem duit….
    perbanyak cabang….
    jangan kaya saya susah dapet pinjaman…..

  5. kalo ada yang pinjemin duit 25 juta……….
    aku akan kasih 1 juta tiap bulannya selama usetahun uang dikembalikan utuh…..25 juta hubungi: 93533416 oke…..

  6. saya lagi butuh dana Rp. 10 juta.. kalo ada yang mau pinjamin, saya akan bagi untung 5% dari untung saya /bulannya..hubungi saya di 021- 94235423.

Leave a Reply