Memulai bisnis bagi pemula

Dewasa ini, banyak orang berminat untuk memiliki bisnis sendiri, atau minimal memiliki bisnis sampingan di samping pekerjaan utama. Karena, dengan menjadi pekerja, baik itu employee atau self employee (pekerja profesional), ternyata income yang di dapat di dasarkan pada banyaknya waktu dan tenaga yang di pergunakan. Artinya, semakin banyak waktu & energi yang di pakai, maka semakin besar income bulanan yang di dapat, termasuk komisi, bunus, uang kerajinan dll. Dengan kata lain, jika ternyata waktu dan tanaga yang di curahkan lebih sedikit, maka income yang di hasilkan pada akhir bulan kemungkinan juga berkurang.

Karena itulah, menjadi pebisnis mulai di lirik oleh banyak orang. Karena ternyata dengan menjadi wirasawastawan, sistem yang bekerja menghasilkan uang bagi pemilik bisnis itu. Si pemilik bisnis tinggal mengawasi dan mengendalikan, apakah semuanya sudah bekerja sesuai dengan sistem dan standar yang di tetapkan.

Umumnya, untuk memulai bisnis sendiri, ada 4 pilihan utama, antara lain :

1. Membeli Franchise atau waralaba
2. Mencoba memulai sebuah usaha, jika cocok lalu berusaha mengembangkan usaha tersebut sampai besar.
3. Membeli sebuah unit usaha yang sudah eksis dan maju.
4. Ikut MLM

Namun jika sudah berbicara mengenai modal yang di perlukan, calon pebisnis mulai berfikir serius. Untuk membeli sebuah franchise yang sudah terkenal dan sistemnya sudah teruji oleh waktu dan pasar, memerlukan modal besar, mungkin bisa ratusan juta rupiah. Namun, menurut beberapa sumber, dari seluruh waralaba besar dan sudah sukses, tingkat kegagalan bisnisnya hanya menjacapai 6-7% saja. Jika membeli hak waralaba yang masih baru (walau murah), tingkat kegagalannya cenderung tinggi, bisa mencapai 20%.

Padahal salah satu tujuan seseorang membeli waralaba adalah untuk meminimalisir kegagalan bisnis. Pewaralaba yang sudah mapan, biasanya cenderung ketat sekali dalam melaksakan standar dalam hal penjualan hak waralabanya. Misalnya, jika lokasi yang di ajukan si pembeli waralaba setelah di survey tidak bagus, pasti tidak akan di paksakan untuk berdiri di tempat tersebut.

Sedangkan jika mencoba memulai sebuah usaha dengan teknit “Trial and error” atau coba-coba, cenderung berisiko. Sampai menemukan bisnis yang cocok, mungkin bisa menghabiskan banyak modal, waktu dan tenaga. Apalagi, menurut berbagai sumber, memulai bisnis dengan cara Trial dan error ini tingkat kegagalannya sangat besar, mencapai 67%. Apalagi, banyaknya rintangan dan kegagalan yang di lalui bisa membuat calon pebisnis putus asa.

Membeli sebuah usaha yang sudah maju dan sukses juga menjadi pertimbangan. namun perlu di pikirkan masalah modal yang di perlukan dan skill, kemampuan dan waktu yang di pelukan untuk mengurus bisnis tersebut. Jadi belum tentu bisnis yang tadinya kelihatan maju, ternyata setelah di beli tetap maju dan berkembang. Bisa jadi kalau kemampuan & SDM pembeli baru tidak memadai, usaha itu juga bisa bangkrut.

Ikut MLM …? pilihan yang juga bagus. Karena seperti yang kita ketahui, resiko yang kita terima jika pada akhirnya kita gagal, sangat kecil. Namun yang perlu di pikirkan di sini, adalah kesediaan kita untuk mengorbankan waktu kita menjalankan bisnis MLM ini, karena bisnis MLM adalah bisnis personal, jadi perlu waktu untuk ikut traning, presentasi dll. Mental yang gigih sangat di perlukan disini.

Apalagi, saat ini MLM di anggap negatif oleh sebagian masyarakat, hal ini tidak lain oleh karena perilaku sebagian member sebuah MLM yang “Melontarkan janji-janji”, bukannya “menjual produk”. Pada akhirnya, downline di bawahnya yang frustrasi beranggapan bahwa sistem MLM tidak fair, dan mulai berkoar-koar hal negatif tentang MLM, padahal mungkin kesalahannya bukan pada sistem MLM-nya, tapi bisa jadi pada individu-individunya yang over-akting/ berlebihan dalam presentasi, sehingga saat downline tidak menemukan kesuksesan seperti yang telah di janjikan, mereka merasa kesal dan apriori terhadap MLM. Walau memang, tidak dapat di pungkiri, ada juga MLM yang nakal.

Nah, Pertimbangan yang matang sangat di perlukan dalam memilih bisnis bagi pemula. Banyak membaca informasi terbaru tentang bisnis dan usaha, tentu sangat membantu dalam menghasilkan keputusan atas pilihan terbaik.

3 Comments

Leave a Reply